Rekan saya ini…
orangnya biasa.
Dan…
memang biasa.
Usianya sudah tidak muda.
Tetapi sampai hari ini…
masih senang ke mana-mana…
mengendarai Mio bututnya.
Kalau tidak salah…
keluaran 2009.
Pakaiannya pun sederhana.
Kaus oblong.
Celana jeans.
Sepatu cats.
Hampir selalu begitu.
Mau ke rumah teman…
begitu.
Mau nongkrong di kafe…
begitu.
Mau ke sawah…
begitu.
Bahkan…
bertemu klien…
tetap begitu.
Aneh.
…
Tanggal 13 Juli.
Tanggal yang…
kata sebagian orang…
kurang bagus.
Pagi itu…
badannya juga sedang tidak enak.
Meriang.
Tetapi…
janji tetaplah janji.
Mio tua itu…
tetap dinyalakan.
Bandung siang itu…
panas.
Sekarang memang terasa lebih panas.
Apalagi…
kalau naik motor.
Motor tua lagi.
Hehe…
…
Tujuan pertama…
sebuah perusahaan kargo.
Bukan mengirim barang.
Ia diminta…
membantu membenahi perusahaan.
Obrolannya tidak panjang.
Tidak banyak tawar-menawar.
Lalu…
kontrak ditandatangani.
Keluar dari ruangan…
ia hanya tersenyum.
“Ini mah…
min haitsu la yahtasib.”
Tidak pernah diprospek.
Datangnya…
begitu saja.
…
Saya kira…
hari itu selesai.
Ternyata…
baru mulai.
Telepon berdering.
Sebuah perusahaan manufaktur.
Yang ini…
ceritanya lain.
Sudah lama diprospek.
Sudah lama dijaga.
Sudah lama ditunggu.
Kadang ada kabar.
Kadang hilang.
Kadang terasa dekat.
Kadang…
seperti harus mulai dari awal lagi.
Hari itu…
penantian itu selesai.
Tanda tangan…
terjadi lagi.
Keluar dari ruangan…
ia hanya tertawa kecil.
“Kalau yang ini…
memang rezeki yang sudah direncanakan.”
…
Satu hari.
Dua tanda tangan.
Yang satu…
tidak pernah diperkirakan.
Yang satu lagi…
tidak pernah berhenti diikhtiarkan.
…
Perjalanan pulang…
baru benar-benar dimulai.
Ban belakang mulai kempis.
Pelan.
Lalu…
benar-benar bocor.
Tambal ban…
susah dicari.
Ya sudah.
Dipaksa saja.
Si Mio…
sepertinya sudah terlalu sering diajak berunding.
Hehe…
…
Sore mulai turun.
Aspal masih hangat.
Dua map…
sudah ada di tas.
Ban…
tetap bocor.
Tanggal 13…
tetap tanggal 13.
…
Entah mengapa…
setiap kali ada orang berkata,
“Ah…
tanggal 13 mah sial.”
Yang teringat…
bukan ban Mio itu.
Melainkan…
dua tanda tangan.