Standar yang Tidak Pernah Disepakati

Sebuah pekerjaan selesai.

Orang pertama mengatakan hasilnya sudah benar.

Orang kedua meminta diperbaiki.

Orang ketiga menganggap semuanya harus diulang.

Tidak ada yang sedang berdebat.

Mereka hanya bekerja dengan ukuran yang berbeda.

Masalahnya bukan karena kualitas pekerjaan.

Masalahnya adalah organisasi belum pernah benar-benar menyepakati apa yang dimaksud dengan “benar”.

Ketika Setiap Orang Memiliki Ukurannya Sendiri

Standar sering dianggap sebagai dokumen.

Padahal standar selalu lahir jauh sebelum dituliskan.

Ia hidup di dalam kebiasaan.

Di dalam pengalaman.

Di dalam cara seseorang menilai hasil pekerjaan.

Selama organisasi masih kecil , perbedaan itu hampir tidak terasa.

Orang masih bisa saling bertanya.

Masih bisa saling memperbaiki.

Namun ketika organisasi bertumbuh , perbedaan penilaian mulai menghasilkan perbedaan keputusan.

Standar Adalah Bahasa Keputusan

Setiap keputusan membutuhkan ukuran.

Barang diterima atau ditolak.

Dokumen dianggap lengkap atau belum lengkap.

Pekerjaan dinyatakan selesai atau harus diulang.

Semua keputusan tersebut bergantung pada satu hal.

Apakah seluruh organisasi menggunakan standar yang sama.

Tanpa standar yang disepakati , keputusan akan selalu mengikuti siapa yang sedang mengambil keputusan.

Bukan mengikuti organisasi.

Konsistensi Tidak Pernah Terjadi dengan Sendirinya

Organisasi yang matang bukanlah organisasi yang selalu benar.

Melainkan organisasi yang mampu menghasilkan keputusan yang konsisten.

Hari ini.

Besok.

Minggu depan.

Bahkan ketika orang yang berbeda mengerjakan pekerjaan yang sama.

Konsistensi tidak lahir dari pengalaman semata.

Ia lahir dari standar yang dipahami bersama.

Dari Pendapat Menjadi Standar

Setiap standar biasanya melewati perjalanan yang sederhana.

Pengalaman.

Seseorang menemukan cara yang dianggap paling baik.

Pengulangan.

Cara tersebut terus digunakan.

Kesepakatan.

Organisasi menerima cara tersebut sebagai acuan.

Standar.

Kesepakatan didokumentasikan agar berlaku bagi semua orang.

Pada titik itulah kualitas berhenti bergantung pada individu.

Ia mulai menjadi milik organisasi.

Penutup

Organisasi tidak menjadi kuat karena memiliki orang-orang terbaik.

Organisasi menjadi kuat ketika hasil terbaik tidak lagi bergantung pada siapa yang sedang mengerjakannya.

Karena ukuran yang paling penting bukanlah siapa yang membuat keputusan.

Melainkan apakah keputusan yang sama akan tetap lahir ketika orangnya berganti.

↗ Bagikan Tulisan Ini