Sebelum “Khairihi wa Syarrihi”
Sebut saja…A.Kalau pertama kali bertemu…mungkin akan berpikir dua kali untuk bercanda dengannya. Tubuhnya besar.Tatapannya keras.Lengannya penuh bekas kerja.Atau…mungkin bukan hanya kerja. Ada masa…ketika hidupnya...
Sebut saja…A.Kalau pertama kali bertemu…mungkin akan berpikir dua kali untuk bercanda dengannya. Tubuhnya besar.Tatapannya keras.Lengannya penuh bekas kerja.Atau…mungkin bukan hanya kerja. Ada masa…ketika hidupnya...
Saya kira, ayah El berubah.Begitulah kesan pertama yang muncul di kepala saya. Saya mengenal El sejak kecil.Saya juga tahu ke mana saja ayahnya menitipkan...
Ia diam.Kita memberi nama.Setuju. Ia mengalah.Kita memberi nama.Kalah. Ia berjalan pelan.Kita memberi nama.Tak lagi kuat. Ia tertawa.Kita memberi nama.Bahagia. Cepat sekali… Seolah-olah hidup orang...
Dulu…pagi tidak pernah terburu-buru. Kabut masih menggantung di atas sawah.Rumput masih basah oleh embun.Ayah sudah duduk di saung. Di depannya…secangkir kopi hitam mengepulkan uap...
7 Juli. Lima puluh satu tahun yang lalu…seorang bayi perempuan lahir. “Angkanya cantik.”Begitu kata ibunya. Hari ini…saya tersenyum mengingatnya.Mungkin benar. Tapi setelah berjalan sejauh...
Malam itu selepas Isya, WhatsApp bergetar.Saya sempat menatapnya sebentar. Ada masa ketika bunyi seperti itu langsung menyeret kita masuk tanpa jarak. Seolah setiap pesan...
Salah satu kegemaran saya memang blusukan. Kalau ada waktu luang…saya lebih senang masuk kampung. Duduk di gardu.Ngopi di warung kecil. Kadang ikut ke sawah.Kadang...